Showing posts with label Budidaya Ikan. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Ikan. Show all posts

Saturday, April 6, 2013

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Koi


Cara lengkap budidaya ikan koi
Panduan Lengkap Budidaya Ikan Koi
Cara lengkap budidaya ikan koi – Koi termasuk ikan hias eksotis yang semakin banyak penggemarnya. Selain dipelihara sebagai hobi, koi juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan. Tentu saja bagi mereka yang benar-benar serius menekuninya. Selain pesona warna dan lekukannya yang indah, keistimewaan lain dari koi adalah keelokan yang dipertontonkan tatkala menyembul dan melompat ke atas air . Sungguh sebuah pemandangan yang istimewa bagi yang hobi memeliharanya.

Panduan Lengkap Beternak Ikan Patin

Cara Berternak Ikan Patin
Panduan Beternak Ikan Patin Lengkap
1. SEJARAH SINGKAT
Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Cara Berternak Ikan Patin dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini.

Wednesday, November 23, 2011

Membuat Keramba untuk Ikan Nila Merah

Nila merah dapat dipelihara di keramba jaring apung.Pemeliharaan ini dilakukan sejak benih hingga konsumsi, atau ukuran ikan yang siap untuk dimakan. Selain itu jaring terapung juga sering digunakan untuk memelihara nila merah dari konsumsi hingga menjadi calon induk atau induk. Namun sebelum digunakan, keramba jaring apung jarus dibuat dulu.
Membuat keramba jaring apung tidak susah, tetapi memerlukan biaya yang sangat besar. Tempat ini dibuat dari kantung jaring, atau net. Ukurannya beragam, namun ukuran yang umum digunakan adalah panjang 7 m, lebar 7 m, dan tinggi 2 m. Mata jaring, atau messnya yang umum berukuran 0,5 – 1 cm (0,25 – 0,5 inchi), atau lebih kecil dari tinggi, atau lebar ikan.
Jaring terapung biasa ditempatkan di danau, waduk dan perairan lainnya yang airnya tenang. Setiap kelompok jaring terdiri dari 4 kolam, dan setiap kolam memiliki dua lapis, yaitu lapis atas dan lapis bawah. Pada seluruh areal kadang diberi jaring lagi. Jaring itu selain menjaga agar ikan tidak keluar, juga digunakan untuk memelihara ikan lain.
Setiap jaring memiliki delapan bagian penting, yaitu krangka, pelampung, jembatan, jangkar, jaring, rumah tunggu, dan gudang. Kerangka merupakan bagian utama, dan paling penting. Bagian ini dibuat di sekeliling jaring terapung.
Sebagai bagian utama dari jaring, dimana semua bagian lain akan ditempatkan di sana, maka kerangka harus kuat. Karena itu, kerangka harus dibuat dar bahan yang kuat, seperti besi, bambu, atau kayu. Bambu dan kayu harus dipilih yang tahan air dan bentuknya yang lurus.
Kerangka dibuat di darat, atau sebelum ditempatkan ke dalam air. Bentuknya empat persegi panjang dengan dua batang besi, bambu, atau kayu. Itulah tempat untuk memasang jembatan, dan pelampung, sebelum memasang bagian-bagian lainnya.

Pelampung dibuat dari drum plastik, atau drum besi. Drum plastik lebih baik dari drum besi, karena drum plastik tahan air, dan tidak mudah berkarat. Pelampung ditempatkan di bawah kerangka. Setiap garis ditempatkan 4 – 5 buah drum. Jadi untuk sebuah kolam dibutuhkan 14 – 20 drum. Pelampung berfungsi sebagai penahan seluruh bagian jaring terapung.
Jembatan dibuat di bawah. Bagian ini juga harus kuat, karena berfungsi sebagai tempat untuk berjalan orang ketika sedang menebar benih, pemberian pakan tambahan, dan saat panen. Selain itu, digunakan juga oleh pembeli atau tamu. Jembatan umumnya dibuat dari bambu, atau kayu.
Jangkar bisa dibuat campuran dari pasir, krikil, dan semen. Di salah satu bagiannya dibuat tempat untuk mengikat. Jangkar bisa juga dibuat dari besi khusus. Jangkar diikat dengan tali, atau tambang plastik, lalu ditenggelamkan ke dasar perairan. Ujung tali lainnya diikatkan pada kerangka. Jangkar berfungsi untuk memantapkan posisi jaring agar tidak bergerak kemana-mana.
Rumah jaga dibuat di bagian tengah dari seluruh jaring. Bentuknya seperti rumah orang, tetapi kecil atau saung. Bahan untuk membuat rumah jaga harus dari bahan yang ringan. Bagian ini berfungsi sebagai tempat tinggal pekerja. Di bagian samping dari rumah jaga dibuat gudang. Bagian ini berfungsi untuk menyimpan pakan, dan dan bahan lainnya.

Jaring dipasang pada setiap kolam, dengan mengikat tali pada ke empat sudut jaring ke tiang dari kerangka. Selain pada ke empat sudut, tali juga dipasang pada bagian jaring lainnya. Agar tenggelam, dasar jaring diberi pemberat yang dibuat dari campuran pasir, krikil, dan semen. Bagian itu diikatkan pada tiang, dan kerangka. Bila sudah dipasang, jaring siap digunakan.

KERAMBA MENJADI PILIHAN

Hidup memang penuh dengan pilihan, dan orang yang sukses adalah mereka yang berani menentukan pilihan untuk melakukan perubahan. Seperti yang dilakukan warga Desa Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Ketika sawah padi lebak turun temurun tak mampu lagi menopang hidup, mereka pun beralih ke usaha ikan keramba. Sekarang ratusan keramba ikan memenuhi pantai Sungai Musi di sepanjang Kecamatan Rantau Bayur. Pagi hari, aktivitas warga di desa ini dimulai dari atas keramba, memberikan pakan kepada ikan-ikan peliharaan mereka.

Sebagian lagi, mempersiapkan makanan untuk ikan-ikan yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan ekor. Semua warga sibuk dengan ikannya masing-masing. Dari petak-petak kerambalah itulah mereka bisa menghidupi keluarga dan membiayai anak mereka sekolah.

Kondisi ini sebenarnya dimulai sejak tiga tahun yang lalu di mana budidaya ikan keramba telah menjadi mata pencaharian pokok warga setempat. Ini berawal dari seringnya usaha padi lebak mereka gagal panen lantaran hama dan sulitnya mendapatkan air.

Tak mau kian terpuruk, pada 2005 hampir semua warga beralih dari memegang cangkul ke usaha keramba. Hamid (50), salah satu petani ikan keramba mengatakan, rata-rata, satu keluarga memiliki 3-9 keramba ukuran 2X3 meter.

Cara membuat keramba pun tidak terlalu sulit. Hanya menggunakan bahan kayu dan bambu, petani sudah bisa membuat keramba yang berbentuk kubus-kubus besar.

Modalnya pun tak banyak, untuk satu keramba ukuran 2X3 meter, petani hanya menyiapkan uang satu juga beserta bibit ikannya. Satu keramba berisi ikan banyak dan bervariasi. Khusus untuk toman rata-rata 500 ekor ikan, dan patin bisa mencapai 1.000 ekor per keramba.

Jika dihitung-hitung, keuntungan yang didapatkan cukup besar dan lebih pasti ketimbang bertanam padi sawah lebak. Apalagi, memelihara ikan di keramba tak membutuhkan banyak teori dan tenaga. Setelah ikan memasukkan ikan dalam keramba, tugas selanjutnya adalah memberi makan yang cukup setiap hari.

Saat masa panen tiba, petani keramba tinggal menikmati hasil. Penjualan ikan keramba tidak sulit, pasalnya, setiap keluarga memiliki pelanggan sendiri-sendiri. Jadi saat jelang panen, para toke ikan datang untuk melihat persiapan panen, dan jika tiba saatnya, semua ikan diangkat dan langsung dioper ke tangan para toke.

Saat itulah para petani keramba mendapatkan hasil. Setidaknya, setelah ikan dimasukkan dalam keramba hingga jelang masa panen, petani keramba harus menunggu waktu sekitar 5-6 bulan.

Jika diberi pakan yang cukup dan rutin diberikan setiap harinya, maka ikan-ikan tersebut sudah bisa dipanen dan memiliki ukuran yang ideal. Dan saat itulah keuntungan berpihak kepada para petani keramba.

“Alhamdulillah, dengan keramba ini, kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi, sekarang ‘kan harga ikan lumayan tinggi, untuk ikan toman saja satu kilonya dihargai oleh pembeli sebesar Rp18 ribu langsung dari keramba. Lalu, untuk ikan patin bisa dihargai 9 ribu per kilonya,” ujar Suhadi (45), petani keramba lainnya.

Dengan modal satu juta, saat panen mereka bisa menghasilkan uang Rp4-5 juta dengan dua kali panen per tahun. Meski menguntungkan, namun sama seperti usaha lainnya, budidaya ikan keramba juga tak terlepas dari masalah.

Dan bukan menjadi rahasia umum lagi, kurangnya modal menjadi masalah klise yang dihadapi hingga membuat usaha ini sulit berkembang. Meskipun demikian, mereka masih tetap berusaha bertahan. /muhammad isa


sumber : Berita pagi.co.id

CARA MEMBUAT KERAMBA IKAN AIR TAWAR

Sistem karamba adalah sebuah sistem budidaya ikan yang dilaksanakan didalam sebuah wadah yang terbuat dari bambu maupun jaring. Budidaya ikan dengan menggunakan sistem karamba dipelopori oleh para petani ikan yang berada disekitar aliran sungai Cibunut, Bandung pada periode tahun 1940an.
Berdasarkan letaknya didalam sebuah perairan, sistem karamba dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu karamba dasarkaramba bawah serta karamba sejajar.


Beberapa jenis ikan air tawar yang ditengarai dapat tumbuh optimal apabila dipelihara dengan sistem karambaadalah ikan mas, ikan bandeng, ikan lele, ikan nila serta ikan mujaer.

BAGAIMANA MEMBUAT KARAMBA ?
Beberapa bahan yang harus dipersiapkan sebelum membuat karamba adalah :
balok kayu dengan ukuran panjang 3 m, lebar 7 cm dan tebal 7 cm, bambu yang telah berusia tua dan berukuran besar serta jaring dengan ukuran mata jaring yang disesuaikan dengan ukuran benih ikan yang akan ditebar.
Adapun tahap – tahap pembuatan filter alga adalah sebagai berikut :
  1. Pembuatan kerangka karamba dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter.
  2. Jika bahan yang akan digunakan untuk menutupi tiap sisi karamba adalah berupa bambu, maka bambu – bambu tersebut harus memiliki panjang 1 meter dan lebar 4 cm.
  3. Potongan bambu tersebut direkatkan kedalam kerangka karamba dengan menggunakan paku dan kawat.
  4. Untuk setiap karamba, pada bagian tengah sisi atas dan disalah satu sudut bagian depannya dibuat 1 buah pintu yang masing – masing berukuran 40 x 40 cm. Pintu yang terletak disisi atas karamba akan berguna untuk mempermudah operasional panen, sedangkan pintu yang terletak disalah satu sudut bagian depan karamba akan berfungsi sebagai akses dalam memberikan pakan terhadap ikan yang dipelihara.
KELEBIHAN KARAMBA
Beberapa kelebihan yang dapat diperoleh sehubungan dengan penggunaan karamba ini adalah :
  1. Ikan dapat lebih terlindung dari serangan hama, sehingga berbagai macam kerugian yang disebabkan oleh hal ini dapat lebih diminimalisir.
  2. Kondisi perkembangan dan kesehatan ikan dapat terpantau dengan lebih baik.
  3. Memberikan pasokan oksigen dalam jumlah yang memadai dikarenakan pergantian air terjadi setiap saat.
  4. Sisa makanan dan kotoran ikan dapat langsung terbuang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...